Gunungtua, kpu-padanglawasutarakab.go.id - Perilaku pemilih pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Kabupaten Padang Lawas Utara menunjukkan hasil yang cukup positif. Hal ini terlihat dari tingkat kesadaran masyarakat yang menggunakan hak pilih nya pada pemilihan umum Legislatif 2014 yakni sekitar 71.68%. Kesadaran untuk menggunakan hak pilih karena kemauan sendiri mengindikasikan kedewasaan politik yang tinggi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa minat masyarakat untuk mengikuti pemilu masih tergolong kecil yaitu sebesar 45.10%.

 

Dalam menentukan pilihan politiknya masyarakat cenderung memilih berdasarkan figur atau ketokohan dari calon legislatif  yakni sebesar 58.39%. Kecenderungan memilih karena alasan partai pengusung calon tersebut sebesar 25.17 %, sedangkan sisanya karena visi misi yang ditawarkan dan kepribadian dari caleg tersebut.

Demikian hasil paparan yang disampaikan oleh Herisal Lubis, anggota KPU Kabupaten Padang Lawas Utara Divisi Sosialiasi, Hupmas dan Datin pada acara publikasi hasil riset partsisipasi Pemilu yang dilaksanakan di Aula KPU Padang Lawas Utara, Senin 7 September 2015. Herisal Lubis bersama dengan anggota tim nya melaksanakan riset selama satu bulan mulai dari bulan Mei hingga Juni 2015 untuk mengetahui bagaimana perilaku pemilih dalam Pemilu Legislatif 2014 yang lalu. Lebih lanjut, hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa dalam menentukan pilihan politiknya dalam memilih calon anggota legislatif didasarkan karena visi misi caleg tersebut dengan besaran sekitar 51,75 %.

Sosialisasi partai melalui kampanye menjadi hal yang menarik dan meyakinkan bagi masyarakat untuk menentukan pilihan politik. Masyarakat menentukan pilihannya dari kampanye yang dilakukan sehingga pilihan yang sudah ditetapkan tidak akan mempengaruhi masyarakat untuk merubah pilihannya. Dalam menentukan pilihannya masyarakat cenderung memilih individunya (caleg) yaitu 56.99% masyarakat mencoblos nama caleg dan 25.52% memilih nomor caleg.

Rekomendasi

Pertama, rendahnya minat masyarakat untuk menghadiri Pemilihan Umum menjadi catatan bagi penyelenggara pemilu. Untuk mengatasinya, pemangku kepentingan kepemiluan diharapkan mengadakan sosialisasi yang lebih masif  dan memotivasi masyarakat agar semakin berminat mengikuti pemilu. Kedua, bagi anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara terpilih pada Pemilu Legilatif tahun 2014 harus lebih memperhatikan aspirasi masyarakat karena masyarakat sudah kurang percaya dan menilai aspirasinya selama ini hanya sebagian saja yang tersalurkan.

Hasil riset pertisipasi dalam pemilu ini sangat penting untuk memastikan program dan kebijakan kepemiluan dibangun berdasarkan argumen empirik dan rasional dengan proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena sebagai elemen penting dalam demokrasi, partisipasi pemilih bisa menjadi tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, umum, bebas dan rahasia serta berintegritas.